Tuesday, September 26, 2006

Wednesday, September 20, 2006

Marhaban Ya... Ramadhan

Beberapa hari lagi kita menuju bulan yang di nanti-nanti oleh umat muslim di seluruh dunia.
bulan yang penuh berkah, hidayah, ampunan.
Bersihkan hati...
Bersihkan Pikiran....
mari menyambut bulan yang penuh kemuliaan, bulan Ramadhan

Sebelumnya klo ada salah-salah kata saya (Ario Dipoyono) mohon maap ye....

Sunday, September 17, 2006

Macet Panjang

Ini adalah pengalamanku pertama di Malang, macet lebih dari 500 meter. Begini ceritanya, waktu malem minggu (tepatnya 17 September 2006 jam 19.45) aku baru pulang dari konsultasi skripsi, perjalananku sangat lancar sampe dengan dinoyo tapiiiiiiiiii waktu memasuki jalan tlogomas kendaraanku gak bisa ku pacu sekencang sebelumnya karena banyak antrian kendaraan.

Pertama ku pikir ada mobil mogok ato ada penertiban sepeda motor oleh Pak Polisi di sekitar terminal Landung sari, eh... baru aku ingat ada konser grup Band Ungu, macet panjaaaaaaaaaaaaaang banget sampe 500 meter lebih.

Biasanya aku bisa tempuh dalam waktu 5 menit, dan saat di tampat kejadian perkara waktu macet itu aku menmpuh jarak antara jalan tlogomas sampek UMM Dome sekitar 20 menit, huh... macetnya minta ampun. Blom lagi yang ada di dalam kampus UMM ramenya minta ampun.

Eh... Temen2 mungkin Grup Band Ungu udah konser ke kota mu gimana suasananya ?? apa sama dengan di Malang.

Wednesday, September 13, 2006

Browser In The World

Just a simple browser like Internet Explorer, in the world no Internet Explorer who exist as browser. Opera anda Mozilla now try to challenge to competition in world`s browser....

Aku sebenarnya pengen posting pake bahasa Inggris, tapi sampe kata browser aku dah gak sanggup lagi (pengen ketawa..) grammerku yang awut-awutan ora karuan. pokoknye nih intinya aku nemukan fakta bahwa di dunia browser tidak hanya Internet Explorer aja yang terkenal, tetapi Mozilla dan Opera juga mulai sebagai penantang dari Internet Explorer (bisa dibilang sebagai embahe browser).

Aku kemudian pengen tau sebenarnya apakah ada browser lain selain ketiga browser yang udah aku kenal, ternyata aku mendapatkan 16 browser lainnya plus 2 browser khusus anak kecil (klo mau lihat klik web http://mywebpages.comcast.net/SupportCD/FreewareBrowsers.html).

Selain fakta diatas, aku mencoba membuat ranking untuk browser yang paling sering digunakan manusia (sepengetahuan aku) untuk browsing di internet.
1. Internet Explorer
2. Mozilla Firefox
3. Opera
4. Netscape Navigator

Apakah ada komentar ....

Saturday, September 9, 2006

ACC Kuesioner

Wah... gak terasa satu minggu ini aku ngejar-ngejar dosen biar bisa (dan mau) ACC kuionerku, pengennya sih ikut wisuda November jadi aku harus ngejar target 2 minggu lagi bisa daftar (Daftar ujian terakhir tanggal 18 september 2006 untuk jurusan manajemen). Tapi ya... ada aja halangannya, aku pikir yah... lebih baik gak usah ngoyo (gak usah memaksakan diri), aku putuskan untuk ikut wisuda tahun depat (Febuari rek).


Oh... ya hari ini khan ultahnya SMUku ???? ku lupa yang keberapa klo gak salah ke 50 Th.
SELAMAT ULANG TAHUN SMU 1 KEDIRI

Monday, September 4, 2006

Inspirasi Logo

Saat aku mau comment ke situsnya didats, aku tertarik dengan link di sebelah kanan yang diberi judul Inspirasi Buat logo. Kemudian aku coba buka, wah... banyak sekali logo-logo yang bagus gak tanggung-tanggung terdapat sekitar 2041 logo (klo buat referensi atau inspirasi sih lebih dari cukup).

Selain itu ada juga fasilitas forumnya. Kalo anda pengen tahu silahkan klik situs logopond.com

Saturday, August 26, 2006

Tjerita Tersisa Dari Krakataoe Doeloe

Masih penasarankah anda akan gunung Krakatau, gunung yang membuat gempar dunia pada tahun 1883. Kemarin aku mencari artikel mengenai Gunung yang konon ledakannya menenggelamkan 30ribu orang lebih, alhasil ada artikel Tika Banget mengenai gunung krakatau.

Menurut Tika Banget ada banyak sumber yang menceritakan tentang lentusan Krakatau, dibawah ini saya mencoba mencuplik dari http://www.mail-archive.com/iagi-net@iagi.or.id/msg14032.html

Senin 27 Agustus 1883 pukul 10.00 WIB adalah saat terakhir penduduk di sekitar
Selat Sunda melihat Matahari tengah naik ke puncaknya. Setengah jam kemudian,
mereka meregang nyawa diseret gelombang laut setinggi sampai 40 meter…Jumlah
seluruhnya 36.417 orang berasal dari 295 kampung di kawasan pantai Banten dan
Lampung. Keesokan harinya dan keesokan harinya lagi, penduduk sejauh sampai
Jakarta dan Lampung tak melihat lagi Matahari – gelap gulita. Apa yang terjadi
di hari yang seperti kiamat itu adalah letusan Gunung Krakatau di Selat Sunda.
Suara letusannya terdengar sampai sejauh 4600 km dan di dengar di kawasan
seluas 1/8 permukaan Bumi. Telah banyak tulisan dan film di seluruh dunia
dibuat tentang kedahsyatan letusan Krakatau ini. University of North Dakota
Volcanic Explosivity Index (VEI) mencantumkan dua gunungapi di seluruh dunia
yang letusannya paling hebat dalam sejarah moderen : Krakatau 1883 (VEI : 6)
dan Tambora 1815 (VEI : 7). Dua-duanya ada di Indonesia, tak jauh dari kita.
Semoga kita, bangsa Indonesia – terlebih yang menamakan dirinya geologist,
mengenal dengan baik dua gunungapi ini.

Tetapi, banyak dokumen menunjukkan bahwa Krakatau 1883 bukanlah satu-satunya
letusan dahsyatnya. Sebelumnya, masih di Krakatau juga, ada letusannya yang
kelihatannya jauh lebih dahsyat lagi daripada letusan 1883, yang terjadi pada
masa sejarah, pada masa kerajaan-kerajaan Hindu pertama di Indonesia tahun
400-an atau 500-an AD (Anno Domini, Masehi). Tentu saja letusan ini tak banyak
ditulis apalagi difilmkan sebab pengetahuan kita tentangnya masih samar-samar,
walaupun nyata. Adalah B.G. Escher (1919, 1948) yang berdasarkan
penyelidikannya dan penyelidikan Verbeek (1885) – dua-duanya adalah ahli
geologi Belanda yang lama bekerja di Indonesia – yang menyusun sejarah letusan
Krakatau sejak zaman sejarah – moderen.

Saat ini, di Selat Sunda ada Gunung Anak Krakatau (lahir Desember 1927, 44
tahun setelah letusan Krakatau 1883 terjadi), yang dikelilingi tiga pulau :
Sertung (Verlaten Eiland, Escher 1919), Rakata Kecil (Lang Eiland, Escher,
1919) dan Rakata. Berdasarkan penelitian geologi, ketiga pulau ini adalah
tepi-tepi kawah/kaldera hasil letusan Gunung Krakatau (Purba, 400-an/500-an
AD). Escher kemudian melakukan rekonstruksi berdasarkan penelitian geologi
batuan2 di ketiga pulau itu dan karakteristik letusan Krakatau 1883, maka
keluarlah evolusi erupsi Krakatau yang menakjubkan (skema evolusi Krakatau dari
Escher ini bisa dilihat di buku van Bemmelen, 1949, 1972, atau di semua buku
moderen tentang Krakatau).

semoga artikel diatas dapat diambil hikmahnya, dan semoga banyak lagi ahli geologi maupun vulkanologi (dari indonesia) yang mau berdedikasi untuk meneliti tentang Gunung kebanggan kita Krakatau.

Sumber dan Rujukan:
1. http://www.mail-archive.com/iagi-net@iagi.or.id/msg14032.html
2. http://www.mail-archive.com/iagi-net@iagi.or.id/msg14780.html
3. http://www.drgeorgepc.com/Tsunami1883Krakatoa.html
4. http://www.geology.sdsu.edu/how_volcanoes_work/Krakatau.html